Artikel Terbaru
Dikirim: 24 April 2013

Olahraga basket merupakan salah satu olahraga high impact. Kejadian cedera pada saat berolahraga basket...

Dikirim: 16 March 2013

Akhir-akhir ini dilaporkan terjadi peningkatan kejadian stress pada anak-anak...

Dikirim: 18 February 2013

Pemanasan adalah hal yang rutin dilakukan oleh olahragawan profesional sebelum...

index artikel

Artikel Kesehatan

Jangan anggap ringan cedera lutut
Dikirim: 22 January 2013
Cedera lutut adalah salah satu cedera yang paling sering terjadi dalam olahraga. Ada banyak jenis cedera lutut dan salah satu yang kerap terjadi adalah robeknya ligamen lutut.
Ligamen merupakan jaringan ikat yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya pada persendian. Keberadaan dan keutuhan ligamen ini penting dalam mempertahankan stabilitas sendi. Ada beberapa ligamen penting dalam lutut dan salah satu yang paling sering mengalami cedera adalah ligamen krusiatum anterior (ACL). Putusnya ligamen ini akan mengurangi stabilitas sendi dan menyulitkan atlit untuk melakukan gerakan-gerakan tertentu.
Andri, seorang pemain sepakbola profesional di salah satu klub papan atas liga indonesia, adalah salah satu contoh kasus pasien dengan robekan ACL ini. Ia mengeluhkan nyeri pada lutut kanannya sejak sebulan terakhir, jika ia berlatih. 6 bulan sebelumnya ia terjatuh setelah dijegal pemain lawan dalam suatu pertandingan liga dan terpaksa harus keluar dari lapangan. Lututnya nyeri dan bengkak, namun karena masih bisa berjalan ia memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif pada tukang pijat. Setelah 3 minggu nyeri dan bengkak pada lututnya berkurang. Ia pun menganggap tidak ada yang serius pada lututnya dan memutuskan untuk mulai berlatih lagi. Awalnya tidak ada masalah serius yang dirasakannya, namun akhir2 ini ia mulai merasakan ada yang tidak beres dengan lututnya hingga ia memutuskan untuk menemui dokter.
Apa yang dialami Andri adalah hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya informasi dan kepedulian akan kesehatan seringkali menjadi penyebabnya. Robekan ACL tidak bisa sembuh sendiri dan lutut dengan ACL yang robek namun tetap digunakan untuk aktivitas rutin akan menimbulkan kerusakan lebih luas pada jaringan lutut yang lain yang pada akhirnya akan beresiko untuk terjadinya osteoarthritis pada sendi lutut dan dapat menyebabkan nyeri yang berkepanjangan.

Bagaimana mendeteksi cedera ligamen lutut ?
Cedera ligamen pada lutut biasanya akan menimbulkan nyeri dan bengkak pada awal trauma, namun pasien biasanya masih bisa berjalan. Setelah beberapa hari nyeri dan bengkak akan berkurang. Kondisi yang membaik ini seringkali membuat pasien mengabaikan cederanya dan mulai beraktivitas kembali. Namun kondisi lutut yang tidak stabil membuat pasien dengan cedera ACL kadang merasakan adanya sesuatu yang tidak beres pada lututnya. Dokter spesialis orthopaedi biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis, mulai dari pemeriksaan fisik hingga pencitraan radiologi. Foto rontgen umumnya akan tampak normal. Kemajuan tehnik pencitraan saat ini membuat robekan ACL dengan mudah bisa terdeteksi pada pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Apa yang harus dilakukan bila saya menderita cedera ACL ?
Lutut dengan cedera ACL akan menyulitkan pasien yang biasanya aktif untuk kembali pada level sebelum cedera. Selain adanya ketidakstabilan sendi, pasien kerap mengeluhkan nyeri sendi. Pada orang muda yang aktif atau pada olahragawan, kondisi ini jelas akan mengganggu. Pada kelompok pasien seperti ini operasi rekonstruksi ACL diperlukan. ACL yang putus tidak dapat sembuh sendiri atau dijahit dan disambung lagi. Umumnya dokter orthopaedi akan melakukan rekonstruksi ligamen ini dengan mengganti ligamen yang putus dengan tendon yang berasal dari pasien sendiri. Yang biasa digunakan adalah tendon hamstring atau tendon patella. Operasi umumnya dilakukan dengan tehnik arthroscopy (key hole surgery), dengan cara memasukkan kamera ke dalam rongga lutut untuk melihat ligamen yang putus sekaligus merekonstruksinya. Tehnik ini akan membuat luka operasi menjadi lebih minimal dan memudahkan proses rehabilitasi. Pada orang tua atau pada mereka yang tidak aktif, cedera ligamen dapat diobati secara konservatif (non operatif).

Kapan pasien dapat beraktivitas lagi setelah operasi ?
Pasien yang menjalani operasi rekonstrusi ACL memerlukan program rehabilitasi yang terstruktur dan melalui program latihan ini secara bertahap pasien akan dilatih untuk dapat mencapai atau paling tidak mendekati level aktivitas seperti sebelum cedera. Aktivitas ringan seperti berjalan umumnya dapat dilakukan dalam beberapa hari setelah operasi, namun untuk dapat kembali beraktivitas dalam olahraga berat dan kompetitif seperti basket atau sepakbola pasien harus menunggu hingga 6-9 bulan, setelah ligamen benar-benar sembuh.

Halaman sebelumnya    Indeks Artikel