Artikel Terbaru
Dikirim: 24 April 2013

Olahraga basket merupakan salah satu olahraga high impact. Kejadian cedera pada saat berolahraga basket...

Dikirim: 16 March 2013

Akhir-akhir ini dilaporkan terjadi peningkatan kejadian stress pada anak-anak...

Dikirim: 18 February 2013

Pemanasan adalah hal yang rutin dilakukan oleh olahragawan profesional sebelum...

index artikel

Artikel Kesehatan

CEDERA PADA OLAHRAGA BASKET DAN PENANGANAN PERTAMANYA
Dikirim: 24 April 2013

CEDERA PADA OLAHRAGA BASKET DAN PENANGANAN PERTAMANYA


Oleh : *Asep Aziz, **dr.Krisna Y.Phatama, SpOT

          * fisioterapis olahraga, physiopreneur clinic


          ** dokter spesialis orthopaedi, Malang Sport Clinic, RSU dr.Syaiful Anwar Malang


 

Olahraga basket merupakan salah satu olahraga high impact. Kejadian cedera pada saat berolahraga basket sering terjadi. Di Amerika, tercatat 170.000 kejadian cedera saat bermain basket dalam kurun waktu hanya satu tahun.


Salah satu penyebab langsung cedera saat bermain basket antara lain terjatuh. salah posisi mendarat dll yang mengakibatkan adanya kerusakan jaringan lunak (soft tissue) seperti tendon/ ligamen, otot dll. Sampai terjadinya fraktur (patah tulang) yg memerlukan penanganan medis lanjutan.


Penyebab lain adalah overuse injury (pemakaian berlebihan) yaitu cedera yang diakibatkan karena cedera ringan yang berulang-ulang dalam kurun waktu lama. Cedera ini berhubungan dengan beratnya beban latihan, istirahat yang kurang, perawatan cedera sebelumnya yang kurang tepat, serta persiapan dalam pertandingan (seperti warming up, stretching dan cooling down setelah pertandingan) yang kurang optimal.


Reaksi awal tubuh pada cedera adalah reaksi radang (inflamasi), dengan tanda-tanda yaitu rubor (kemerahan), tumor (bengkak), kalor (panas), dolor (nyeri) serta functiolesa (penurunan fungsi). Respon tersebut bertujuan untuk
memulihkan jaringan yang cedera. Pada fase inflamasi ini, pemijatan merupakan tindakan yang salah dan akan semakin memperberat kerusakan.


Pada saat terjadi cidera, banyak yang masih bingung dengan cara penanganan cidera. Kebanyakan langsung memberikan balsam ataupun pijatan. Sebuah penangan yang tidak tepat. Penanganan yang tidak tepat akan memperburuk cidera dan
memperlambat proses penyembuhan.


penanganan cedera olahraga pada fase awal ini secara umum memiliki prinsip DO RICER dan NO HARM


do RICER (harus dilakukan)


R : REST          :

 istirahatkan bagian yang cedera agar tidak semakin parah, kurangi pembebanan pada bagian yg cedera, salah satunya dengan mengunakan kruk.


I : ICE               :

Kompres dengan menggunakan es/dingin sesegera mungkin, kompres bisa menggunakan es batu ditumbuk dimasukkan plastik kemudian dibebat maupun menggunakan ice bag, atau kompres dengan handuk yang sudah direndam air dingin. Tujuannya adalah mengurangi pelebaran pembuluh darah. Aplikasikan es dengan durasi 10-15 menit saja. Bila lebih dari 20-30 menit justru akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Ulangi kompres setelah 30 menit. Pada 24-72 jam bisa sehari melakukan 6-7 kali kompres es.


C:COMPRESSION:

Gunakan bebat menggunakan perban elastis, atau adhesive elastic bandage, kinesiotaping dan taping untuk mengurangi bengkak dan pendarahan. Dibebat jangan terlalu kencang. Lepas bebat pada saaat akan tidur kecuali kinesiotaping dapat digunakan hingga dua hari.


E: ELEVATION :

Angkat bagian yang cidera lebih tinggi dari jantung. Misalnya ketika terkena sprain ankle maka ganjal ankle pada saat duduk/tidur dengan menggunakan bantal supaya mengurangi pembengkakan.


R:REFFERAL    :

Segera rujuk ke dokter/fisioterapis yang berkompeten apabila mencurigai cidera termasuk parah dan mengganggu aktifitas. Cidera akan mendapatkan pemeriksaan dan diagnosa, treatment dan program fisioterapi.

 


no HARM (harus dihindari) :


Heat:
Menggunakan panas pada saat penanganan pertama cidera akan meningkatkan pembengkakan karena panas akan membuat pembuluh darah semakin melebar, seperti pemberian balsam, jahe, minyak kocok, sauna, berendam di bathub, dan shower
panas.


Alcohol:
Meminum alkohol atau merendam bagian yang cidera dengan alkohol akan meningkatkan pembengkakan serta memperlambat proses penyembuhan.


Running:
Berlatih dalam 48-72 jam saat cidera akan memperburuk kondisi. Seseorang dinyatakan aman bermain kembali setelah dilakukan pemeriksaan dan diagnosa dari dokter/fisioterapis yang berkompeten


Massage:
Massage (pijatan) pada saat cidera akan meningkatkan aliran darah sehingga akan membuat semakin bengkak, dan dapat terjadi kerusakan pada jaringan yang cedera.


 

Penanganan cedera olahraga yang tidak tepat dapat semakin memperparah kerusakan jaringan dan mengakibatkan kerusakan permanen yang sulit diobati.




 




 




 


Halaman sebelumnya    Indeks Artikel